MALANG | jejakkabar.com — Sebanyak 572 anak dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul di kawasan Bendungan Karangkates-Lahor, Kabupaten Malang, untuk mengikuti Jambore Anak Indonesia ke-2 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau Panti Asuhan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Ketua Habib Asik dan Sekretaris Suwarno, S.Sos., yang sekaligus dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Jambore Anak Indonesia ke-2.
Beragam kegiatan digelar dalam jambore tersebut, mulai dari apel pembukaan, atraksi kreativitas peserta, hingga peninjauan kerapian tenda masing-masing kontingen. Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Muspika setempat.
Memasuki malam hari, suasana jambore semakin semarak dengan penampilan kreativitas dari masing-masing Forum Daerah LKSA se-Jawa Timur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan api unggun dan malam renungan yang diikuti seluruh peserta.
Pada hari kedua, peserta mengikuti senam massal bersama sebelum dilanjutkan dengan Deklarasi Anak Indonesia. Dalam deklarasi tersebut, anak-anak menyampaikan sejumlah pernyataan sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Adapun isi deklarasi tersebut yakni:
Kami Anak Indonesia:
- Tolak kekerasan pada anak.
- Tolak eksploitasi pada anak.
- Kami butuh perlindungan dan kenyamanan, LKSA lah tempatnya.
- Kami butuh perhatian para orang tua dan pemerintah.
Ketua Pelaksana Jambore Anak Indonesia ke-2, Suwarno, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan anak-anak dari berbagai daerah sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas.
“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa, diikuti anak-anak hebat dengan berbagai kemampuan dan kreativitasnya. Kami ingin menyatukan persepsi dari berbagai daerah bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus dikawal dan difasilitasi agar tidak melakukan hal-hal negatif,” ujar Suwarno.
Menurutnya, kegiatan jambore juga menjadi sarana positif untuk mengembangkan potensi anak melalui berbagai aktivitas yang edukatif, kreatif, dan membangun kebersamaan.
“Dengan kegiatan ini, kami ingin mendukung potensi yang ada pada anak. Mereka diberikan ruang untuk berkegiatan secara positif, sekaligus membangun kebersamaan antaranak dari berbagai daerah di Jawa Timur,” tambahnya.
Deklarasi tersebut turut dihadiri anggota DPRD Jawa Timur serta jajaran Dinas Sosial. Selama pelaksanaan kegiatan selama dua hari, Dinas Sosial juga memberikan dukungan dengan mengerahkan personel Tagana untuk membantu pelayanan dapur umum bagi para peserta.
Melalui Jambore Anak Indonesia ke-2 ini, Forum LKSA Jawa Timur berharap terbangun kebersamaan dan kesamaan komitmen dalam memberikan perlindungan, pendampingan, serta ruang tumbuh yang positif bagi anak-anak di Jawa Timur.
572 Anak dari Berbagai Daerah di Jawa Timur Ikuti Jambore Anak Indonesia ke-2 di Karangkates
MALANG — Sebanyak 572 anak dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul di kawasan Bendungan Karangkates-Lahor, Kabupaten Malang, untuk mengikuti Jambore Anak Indonesia ke-2 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau Panti Asuhan.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Forum Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Jawa Timur, di bawah kepemimpinan Ketua Habib Asik dan Sekretaris Suwarno, S.Sos., yang sekaligus dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Jambore Anak Indonesia ke-2.
Beragam kegiatan digelar dalam jambore tersebut, mulai dari apel pembukaan, atraksi kreativitas peserta, hingga peninjauan kerapian tenda masing-masing kontingen. Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Muspika setempat.
Memasuki malam hari, suasana jambore semakin semarak dengan penampilan kreativitas dari masing-masing Forum Daerah LKSA se-Jawa Timur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan api unggun dan malam renungan yang diikuti seluruh peserta.
Pada hari kedua, peserta mengikuti senam massal bersama sebelum dilanjutkan dengan Deklarasi Anak Indonesia. Dalam deklarasi tersebut, anak-anak menyampaikan sejumlah pernyataan sebagai bentuk komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Adapun isi deklarasi tersebut yakni:
Kami Anak Indonesia:
- Tolak kekerasan pada anak.
- Tolak eksploitasi pada anak.
- Kami butuh perlindungan dan kenyamanan, LKSA lah tempatnya.
- Kami butuh perhatian para orang tua dan pemerintah.
Ketua Pelaksana Jambore Anak Indonesia ke-2, Suwarno, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan anak-anak dari berbagai daerah sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas.
“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa, diikuti anak-anak hebat dengan berbagai kemampuan dan kreativitasnya. Kami ingin menyatukan persepsi dari berbagai daerah bahwa anak merupakan aset bangsa yang harus dikawal dan difasilitasi agar tidak melakukan hal-hal negatif,” ujar Suwarno.
Menurutnya, kegiatan jambore juga menjadi sarana positif untuk mengembangkan potensi anak melalui berbagai aktivitas yang edukatif, kreatif, dan membangun kebersamaan.
“Dengan kegiatan ini, kami ingin mendukung potensi yang ada pada anak. Mereka diberikan ruang untuk berkegiatan secara positif, sekaligus membangun kebersamaan antaranak dari berbagai daerah di Jawa Timur,” tambahnya.
Deklarasi tersebut turut dihadiri anggota DPRD Jawa Timur serta jajaran Dinas Sosial. Selama pelaksanaan kegiatan selama dua hari, Dinas Sosial juga memberikan dukungan dengan mengerahkan personel Tagana untuk membantu pelayanan dapur umum bagi para peserta.
Melalui Jambore Anak Indonesia ke-2 ini, Forum LKSA Jawa Timur berharap terbangun kebersamaan dan kesamaan komitmen dalam memberikan perlindungan, pendampingan, serta ruang tumbuh yang positif bagi anak-anak di Jawa Timur.






