Surabaya (19/4/26) – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya resmi melantik jajaran pengurus barunya dalam suasana penuh kehangatan dan semangat kebersamaan. Pelantikan ini menjadi titik awal penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pemberdayaan umat di tengah dinamika perkotaan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Mohammad Nuh menyampaikan pesan strategis bertajuk “Mewujudkan Possible”. Ia menekankan tiga hal utama yang harus menjadi pijakan pengurus ke depan, yakni strong leadership (kepemimpinan yang kuat), penguatan jaringan, serta transformasi digital. Menurutnya, masjid harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap relevan dan berdampak luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DMI Surabaya, Arif Afandi, menegaskan pentingnya kreativitas dalam mengelola masjid. Ia mendorong agar pengurus lebih terbuka dan aktif melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan.
“Masjid harus menjadi pusat pembinaan generasi muda. Ruang-ruang kreatif harus dihidupkan agar anak muda merasa memiliki masjid,” ujarnya.

Penguatan nilai spiritual juga menjadi sorotan dalam pelantikan ini. Prof. Dr. Moh Tohir Luth mengingatkan pentingnya semangat jihad fisabilillah dengan mengutip pesan dalam Surah An-Nisa ayat 95, yang menegaskan keutamaan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dibandingkan mereka yang hanya berdiam diri tanpa uzur. Ia menekankan bahwa jihad tidak selalu bermakna perang, tetapi juga bisa diwujudkan dalam bentuk pengabdian, dakwah, dan kontribusi nyata untuk umat melalui masjid.

Selain itu, KH Said Asrori memberikan penekanan pada aspek keikhlasan dan amanah. Ia mengingatkan bahwa menjadi pengurus masjid bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan hati yang bersih dan niat karena Allah.
“Jaga keikhlasan dan amanah, karena di situlah letak keberkahan dalam mengelola masjid,” pesannya.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, DMI Surabaya diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, serta menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat yang tidak hanya religius, tetapi juga progresif dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.






