SURABAYA I Jejakkabar.com – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menerjunkan lebih dari 2.000 Dai ke berbagai wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari komitmen Kemenag dalam memperkuat pembinaan keagamaan serta pemberdayaan masyarakat di daerah-daerah pelosok.
Sebanyak 35 Koordinator Dai dari Kemenag Pusat juga telah disebar ke 35 provinsi di Indonesia guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal. Untuk wilayah Jawa Timur, Koordinator Dai 3T ditempatkan di Kota Surabaya, tepatnya di Pondok Pesantren Bismar Al Mustaqim, Semolowaru, Sukolilo, Surabaya.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Zakat Wakaf, Dr. H. Moh. Arwani, M.Pd., menyampaikan bahwa Kemenag RI bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Jawa Timur dalam mendukung program ini.
“Kemenag bekerja sama dengan LAZNAS dan BAZNAS se-Jawa Timur untuk menurunkan banyak Dai 3T yang akan ditempatkan di pelosok kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur. Ini bagian dari upaya penguatan dakwah dan pemberdayaan umat di daerah yang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. KH. Moh. Mukhrojin selaku Pengasuh Pondok Pesantren Bismar Al Mustaqim menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh Koordinator Dai 3T selama bertugas di Surabaya.
“Kami siap membantu dan memfasilitasi Koordinator Dai 3T selama berada di Surabaya, sehingga para Dai dapat melaksanakan tugas dari Kemenag RI secara maksimal dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Dengan diterjunkannya ribuan Dai ini, diharapkan pembinaan keagamaan di wilayah 3T semakin kuat serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam penguatan nilai-nilai keislaman, pendidikan, dan kesejahteraan umat.






